Lambung kapal tersusun dari ribuan sambungan las yang menyatukan pelat dan profil baja menjadi satu konstruksi utuh. Karena itu, mutu pengelasan menjadi salah satu faktor terpenting yang menentukan kekuatan dan umur pakai kapal.

Pekerjaan las yang baik diawali dengan prosedur pengelasan (Welding Procedure Specification) yang telah diuji dan disetujui, serta juru las yang memiliki kualifikasi sesuai posisi dan jenis sambungan yang dikerjakan. Kondisi material, kebersihan permukaan, dan parameter las juga harus dijaga sepanjang pekerjaan.

Setelah selesai, sambungan las diperiksa secara visual dan dengan metode uji tak rusak (NDT) seperti ultrasonik, radiografi, atau penetrant sesuai ketentuan. Hasil pemeriksaan didokumentasikan dan disaksikan surveyor badan klasifikasi sebagai bagian dari proses persetujuan konstruksi kapal.