Bagian kapal di bawah garis air bekerja terus-menerus dalam kondisi berat: terendam air laut, ditumbuhi biota laut, dan menerima beban dari propeller serta kemudi. Kondisi tersebut hanya dapat diperiksa secara menyeluruh ketika kapal diangkat dari air melalui docking.

Selama docking, lambung dibersihkan dari teritip dan biota laut, permukaannya disiapkan ulang, lalu dilapisi kembali dengan sistem cat antikorosi dan antifouling. Propeller, poros, kemudi, sea chest, dan katup-katup lambung diperiksa dan diperbaiki bila diperlukan, sementara ketebalan pelat lambung diukur untuk memastikan masih dalam batas yang diizinkan.

Docking berkala juga menjadi bagian dari survei yang dipersyaratkan badan klasifikasi agar sertifikat kapal tetap berlaku. Perencanaan yang baik, termasuk daftar pekerjaan yang disusun sejak awal, membantu pemilik kapal mengendalikan biaya sekaligus mempersingkat waktu kapal tidak beroperasi.